Selasa, 10 Desember 2013

Info Iklan Tangsel Pos/Tangerang Pos Di Biro Aulia Advertising

Contoh Iklan Ukuran 2 Kolom x 100 MMK BW
Tarif Iklan Tangsel Pos/Tangerang Pos:
    • Iklan Umum Display(BW) Rp. 28.000 /mmk
    • Sosial /keluarga  Rp 16.500,-/mmk
    • full colour Rp 40.000,- /mmk
    • BW Hal Satu Rp 35.000,- /mmk
    • FC Hal Satu Rp 56.000,- /mmk
    • Advertorial BW 16.500,-/mmk
    • Advertorial Fc 31.000,-/mmk
    • Iklan Cilik Baris 15.000 baris min 3 baris maks 7 baris.
Untuk informasi pemasangan iklan dan kerjasama media partner silahkan menghubungi:
Aulia Advertising, Jl H. Rean Komplek Pamulang Regency Blok B 1 N0 15 Benda Baru Pamulang, Tangsel telp 021 93476893, 0213354997,081384681151, email:
nurcahyono208@gmail.com/nurcahyono52@yahoo.com

Berinvestasilah, Ketahuilah Kelebihan anda, Melalui Test STIPIn

Berinvestasilah pada potensi anda, karena itu kekuatan anda, biarlah kelemahan anda terdidik secara alamiah. apa potensi anda secara genetik, apa yang membuat anda semagat dalam belajar dan berkerja..? apa passion anda sebenarnya..? kalau mau kuliah masuk pragram apa..? dan bagai mana anda menempatkan diri dan mengarahkan anak anda ..? cara meningkatkan dan mengali potensi anak anda..? temukan jawabanya hanya di test STIPIn, janga sampai terlambat mengetahui potensi anda dan anak anda. agar biaya dan waktu anda tidak sia-sia, biaya test sagat terjangkau untuk seumur hidup hanya berinvestasi Rp 250 Ribu, hubungi nur cahyono telp 0813 8468 1151

Sabtu, 16 November 2013

Nafâits Tsamarât:

 Ketaatan Pada Allah Adalah Kebebasan, Kemuliaan dan Kemenangan

 Ketaatan adalah naluri (gharîzah) dalam jiwa manusia. Jika seorang hamba tidak menyalurkan nalurinya kepada Allah SWT, maka dipastikan ia menyalurkannya kepada selain Allah. Seorang penyembah dunia adalah orang-orang yang melarikan diri dari kebebasan ketaatan kepada Allah menuju ketergantungan dan ketaatan kepada manusia. Sehingga, apabila mereka diusir oleh tuannya, maka mereka akan mencari tuan yang lain, karena di dalam jiwa mereka ada kebutuhan mendesak pada perbudakan dan ketergantungan, karena naluri ketaatan yang ada di dalam dirinya berubah menjadi rasa ketundukan yang harus dipuaskan. Sehingga apabila tidak ada seseorang yang memperbudak mereka, maka diri mereka merasa haus akan perbudakan, dan melemparkan diri mereka pada kerusakan yang dengannya mereka mencari serta menanti isyarat dari jari seorang tuan untuk mereka sembah. Adapun para penyembah Allah (ibâd ar-rahman), maka mereka telah membebaskan diri mereka dari semua belenggu dunia, dan mereka tidak pernah merasa puas kecuali dengan ketaatan kepada Allah. Dengan demikian, mereka ini pantas mendapatkan kemuliaan seperti yang Allah firmankan:

وَلِلَّهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَلَكِنَّ الْمُنَافِقِينَ لاَ يَعْلَمُونَ
Kemuliaan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui.” (TQS. Al-Munafiqun [63] : 8).

Khoiru Ummah El Fatih Pamulang Mengucapkan


Selamat Kepada Ananda Muhammad Hafidz Sholahudin yang telah meraih juara dua hafalan qur'an surat surat pendek dan sekaligus juara tingkat 3 dalam lomba mewarnai.
Al khamdulillah siswa Paud  Home schooling Khoiru ummah el faith Reni Jaya Pondok Benda Pamulang, salah satu siswanya berhasil meraih juara 2 dan 3, dalam lomba hafalan Qur’an , surat- surat  pendek dan mewarnai  dalam acara menyambut tahun baru Islam 1435 H,  yang diadakan oleh Yayasan Islam Citra Matahari. Pada hari ini sabtu, 16 November 2013, di SDIT Citra Matahari  Jalan Haji Nurleman  No 30 Benda Baru Pamulang Tangerang Selatan. Dimeriahkan  dengan berbagai  acara, lomba Hafalan Qur’an surat-surat pendek, lomba mewarnai, lomba fashion show, dan lain lain. Juga dilengkapi dengan bazaar, cerita atau dongeng anak, sulap dan seni tari. Acara yang diikuti oleh ratusan siswa dari berbagai  KB, TK, dan Umum sekitar Kecamatan Pamulang khususnya kelurahan Benda Baru, katagori usia 3 sampai 6 tahun. Dihadiri oleh para orang tua siswa SDIT Citra Matahari, orang tua peserta lomba, dan masyarakat sekitar ingin menyaksikan kemeriahan acara tersebut. Dan kedepanya semoga lebih banyak lagi siswa siswa khoiru ummah elfatih sering  mengikuti setiap ada event seperti ini.
Sekali lagi selamat untuk anakku Muhammad Hafidz Sholahudin, semoga semakin ratin belajar dan kelak menjadi anak yang sholeh dan mensholehkan, berguna untuk kedua orang tuanya, masyarakat serta agama.Amin ya Robbal 'alamin

Jumat, 08 November 2013

Berbakti Kepada Kedua Orang Tua Lebih Utama


Mengutamakan kebaktian kepada kedua orang tua daripada salat sunat dan perkara sunat lainnya

 

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Seorang yang bernama Juraij sedang salat di sebuah tempat peribadatan, lalu datanglah ibunya memanggil. (Kata Humaid: Abu Rafi` pernah menerangkan kepadaku bagaimana Abu Hurairah ra. menirukan gaya ibu Juraij memanggil anaknya itu, sebagaimana yang dia dapatkan dari Rasulullah saw. yaitu dengan meletakkan tapak tangan di atas alis matanya dan mengangkat kepala ke arah Juraij untuk menyapa.) 

Lalu ibunya berkata: Hai Juraij, aku ibumu, bicaralah denganku! Kebetulan perempuan itu mendapati anaknya sedang melaksanakan salat. Saat itu Juraij berkata kepada diri sendiri di tengah keraguan: Ya Tuhan! Ibuku ataukah salatku. Kemudian Juraij memilih meneruskan salatnya. Maka pulanglah perempuan tersebut. Tidak berapa lama perempuan itu kembali lagi untuk yang kedua kali. Ia memanggil: Hai Juraij, aku ibumu, bicaralah denganku! Kembali Juraij bertanya kepada dirinya sendiri: Ya Tuhan! Ibuku atau salatku. Lagi-lagi dia lebih memilih meneruskan salatnya. Karena kecewa, akhirnya perempuan itu berkata: Ya Tuhan! Sesungguhnya Juraij ini adalah anakku, aku sudah memanggilnya berulang kali, namun ternyata dia enggan menjawabku. Ya Tuhan! Janganlah engkau mematikan dia sebelum Engkau perlihatkan kepadanya perempuan-perempuan pelacur. Dia berkata: Seandainya wanita itu memohon bencana fitnah atas diri Juraij niscaya ia akan mendapat fitnah. Suatu hari seorang penggembala kambing berteduh di tempat peribadatan Juraij. 
 Tiba-tiba muncullah seorang perempuan dari sebuah desa kemudian berzinalah penggembala kambing itu dengannya, sehingga hamil dan melahirkan seorang anak lelaki. Ketika ditanya oleh orang-orang: Anak dari siapakah ini? Perempuan itu menjawab: Anak penghuni tempat peribadatan ini. Orang-orang lalu berbondong-bondong mendatangi Juraij. Mereka membawa kapak dan linggis. Mereka berteriak-teriak memanggil Juraij dan kebetulan mereka menemukan Juraij di tengah salat. Tentu saja Juraij tidak menjawab panggilan mereka. Akhirnya mulailah mereka merobohkan tempat ibadahnya. Melihat hal itu Juraij keluar menemui mereka. Mereka bertanya kepada Juraij: Tanyakan kepada perempuan ini! Juraij tersenyum kemudian mengusap kepala anak tersebut dan bertanya: Siapakah bapakmu? Anak itu tiba-tiba menjawab: Bapakku adalah si penggembala kambing. Mendengar jawaban anak bayi tersebut, mereka segera berkata: Kami akan membangun kembali tempat ibadahmu yang telah kami robohkan ini dengan emas dan perak. Juraij berkata: Tidak usah. Buatlah seperti semula dari tanah. Kemudian Juraij meninggalkannya. (Shahih Muslim No.4625)

Jumat, 11 Oktober 2013

Menjadi Pintar dengan Tetap Fun


Jakarta - Tanpa dipusingkan Ujian Nasional (UN), sejumlah anak tetap bisa memiliki ijazah hingga SLTA. Mereka juga tetap bisa pintar dan terpelajar tanpa perlu berangkat ke sekolah. Salah satunya adalah Minuk. Setiap pagi, Minuk kini tidak perlu lagi terburu-buru mandi. Ia juga tidak harus menyantap sarapan dengan tergesa-gesa. Meskipun hari itu bukan hari libur, gadis 17 tahun itu bisa santai karena tidak harus berangkat ke sekolah. Minuk bukan dari kalangan miskin yang tidak bisa sekolah karena masalah biaya. Gadis bernama lengkap Eka Putri Dutasari adalah putri sulung Seto Mulyadi.

Dialah Ketua Komnas Anak yang akrab disapa Kak Seto yang tentu saja sangat dikenal masyarakat. Soal biaya pasti bukan kendala bagi pria itu untuk menyekolahkan anak-anaknya. Dulu, Minuk sempat sekolah bahkan hingga kelas I SMA. Tapi ia merasa tidak nyaman dengan sekolahannya. Bagi gadis yang aktif membantu kerja ayahnya di Komnas Anak itu, pendidikan di sekolah terlalu mengekangnya. "Sistem yang dipakai seringnya sistem tekanan guru kepada murid. Guru sering antikritik sehingga murid tidak mendapatkan rasa aman untuk menunjukkan kreativitas dan kecerdasannya," papar Minuk. Kecewa dengan sistem sekolah, Minuk pun memilih keluar. Ia merasa bisa belajar sendiri dan lebih pintar tanpa harus berangkat ke sekolah.


Ia lantas memutuskan belajar sendiri di rumah alias mempraktekkan homeschooling. Dengan sistem ini, putri sulung dari 4 bersaudara ini lebih fleksibel menentukan waktu belajar. Setiap pagi Minuk tidak lagi harus mengurus seragam ataupun menghabiskan waktu untuk menempuh perjalanan ke sekolah. Putri Kak Seto itu kini bebas menentukan jam belajar dan jenis pelajaran sendiri. Ia tidak perlu keluar rumah karena belajar bisa dilakukan di rumahnya sendiri. Untuk pelajaran yang tidak sulit, Minuk mempelajarinya sendiri didampingi sang ayah. Baru untuk pelajaran yang rumit seperti matematika atau pelajaran eksakta, Minuk memanggil guru privat atau ikut bimbingan belajar. Minuk sangat enjoy dengan sistem pendidikan di rumah. Beda dengan sekolah yang membuatnya bosan sehingga ia menunggu-nunggu waktu pulang, homeschooling justru membuatnya keenakan belajar. "Kalau di bawah bimbingan guru privat, selesainya biasanya jam lima sore. Tapi kadang-kadang dengan kurikulum yang kita ciptain sendiri malah aku keasyikan hingga lewat dari jam tersebut," jelas Minuk. Hasilnya, pendidikan di SMA yang seharusnya selesai dalam 3 tahun, bisa Minuk lewati hanya 2 tahun. Tanpa harus berangkat sekolah, Minuk dinyatakan lulus SMA. Ia juga tidak dipusingkan Ujian Nasional (UN) yang kini menjadi kontroversi. Setelah belajar sendiri di rumah, gadis 17 tahun itu mengikuti ujian kejar paket C atau setara dengan SMA. Minuk lulus dan mengantongi sertifikat Kejar Paket C. Dengan sertifikat itu, ia bersiap-siap untuk mendaftar di Perguruan Tinggi. Di Indonesia, homeschooling memang belum umum. Padahal jenis pendidikan ini sudah diterapkan oleh tokoh pendidikan Ki Hajar Dewantoro sejak zaman penjajahan Belanda. Di Amerika Serikat (AS), sistem pendidikan ini diikuti lebih dari 1 juta orang.

Meski belum umum, sistem ini mulai banyak pengikutnya di Indonesia. Selain anak Kak Seto, ada juga anak Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Sofjan Djalil. Kemudian keluarga artis Neno Warisman dan Dick Doang. Ada juga keluarga biasa seperti Wanti Wowor, Helen Ongko, dan Yayah Komariah. Wanti Wowor, ibu 4 anak memutuskan mengajar sendiri anak-anaknya juga karena tidak puas dengan sistem pendidikan yang ada. Perempuan 39 tahun itu pernah melihat praktik bersekolah di rumah ketika berada di Amerika Serikat. Tahun 1992, Wanti mengeluarkan semua anaknya dari sekolah. Wanti lantas meminta teman-temannya di AS agar mengirimkan buku dan silabus kurikulum pendidikan di rumah ala AS untuk diadopsi. Perempuan itu menetapkan pukul 08.00-12.00 WIB sebagai waktu belajar di rumah. Untuk ujian, ia menerima draf soal ujian dari AS yang kemudian dikirimkan kembali untuk dinilai. Anak-anak Wanti, Fini dan Fina, sekarang duduk pada tingkat perguruan tinggi. Fini melanjutkan sekolah desain mode di Esmod Jakarta, sedangkan Fina memilih Universitas Indonesia program Internasional. Dibandingkan, mahasiswa lainnya yang bersekolah formal, Fini mempunyai kelebihan lebih disiplin dan lebih berani mengeluarkan pendapat.

Apa itu homeschooling? Pada dasarnya homeschooling sebenarnya sama saja dengan sekolah biasa. Hanya saja pendidikan ini dilakukan di rumah sehingga siswanya tidak perlu berangkat ke sekolah formal. Menurut Kak Seto yang menjadi Ketua Asosiasi Sekolah Rumah dan Pendidikan Aternatif (Asahpena), kurikulum home schooling seratus persen mengacu pada kurikulum nasional yang mencakup lima materi. Yakni iptek, kewarganegaraan, keolahragaan, etika, dan estetika. Hanya metodenya saja yang berbeda.

Pendidikan di rumah dibuat seperti tamasya yang menyenangkan. "Waktunya fleksibel. Kalau ditanya kapan waktu belajarnya, dari bangun tidur sampai tidur lagi. Tempatnya di mana saja. Di mana saja bisa di kamar tidur, ruang makan, ruang keluarga, di kebun, taman, atau mungkin pabrik dan ketemu siapa saja," jelas Kak Seto. Meski fleksibel soal waktu yang kesannya seperti menggampangkan, sistem pendidikan ini mempunyai sejumlah keunggulan. Salah satunya, homeschooling lebih manusiawi dibandingkan sekolah formal. Anak tidak stres karena sistem pendidikan tidak kaku dan lebih kreatif. Selain itu, anak bisa lebih fokus mengembangkan dan menekuni minat dan bakatnya masing-masing.