Iklan Cilik Baris 15.000 baris
min 3 baris maks 7 baris.
Untuk informasi pemasangan iklan dan
kerjasama media partner silahkan menghubungi:
Aulia Advertising, Jl H. Rean Komplek Pamulang Regency Blok B 1 N0 15
Benda
Baru Pamulang, Tangsel telp 021 93476893, 0213354997,081384681151,
email: nurcahyono208@gmail.com/nurcahyono52@yahoo.com
Berinvestasilah pada potensi anda, karena itu kekuatan anda, biarlah
kelemahan anda terdidik secara alamiah. apa potensi anda secara genetik,
apa yang membuat anda semagat dalam belajar dan berkerja..? apa passion
anda sebenarnya..? kalau mau kuliah masuk pragram apa..? dan bagai mana
anda menempatkan diri dan mengarahkan anak anda ..? cara meningkatkan
dan mengali potensi anak anda..? temukan jawabanya hanya di test STIPIn,
janga sampai terlambat mengetahui potensi anda dan anak anda. agar
biaya dan waktu anda tidak sia-sia, biaya test sagat terjangkau untuk
seumur hidup hanya berinvestasi Rp 250 Ribu, hubungi nur cahyono telp
0813 8468 1151
Ketaatan Pada Allah Adalah
Kebebasan, Kemuliaan dan Kemenangan
Ketaatan adalah naluri (gharîzah) dalam jiwa
manusia. Jika seorang hamba tidak menyalurkan nalurinya kepada Allah
SWT, maka dipastikan ia menyalurkannya kepada selain Allah. Seorang
penyembah dunia adalah orang-orang yang melarikan diri dari kebebasan
ketaatan kepada Allah menuju ketergantungan dan ketaatan kepada manusia.
Sehingga, apabila mereka diusir oleh tuannya, maka mereka akan mencari
tuan yang lain, karena di dalam jiwa mereka ada kebutuhan mendesak pada
perbudakan dan ketergantungan, karena naluri ketaatan yang ada di dalam
dirinya berubah menjadi rasa ketundukan yang harus dipuaskan. Sehingga
apabila tidak ada seseorang yang memperbudak mereka, maka diri mereka
merasa haus akan perbudakan, dan melemparkan diri mereka pada kerusakan
yang dengannya mereka mencari serta menanti isyarat dari jari seorang
tuan untuk mereka sembah. Adapun para penyembah Allah (ibâd
ar-rahman), maka mereka telah membebaskan diri mereka dari semua
belenggu dunia, dan mereka tidak pernah merasa puas kecuali dengan
ketaatan kepada Allah. Dengan demikian, mereka ini pantas mendapatkan
kemuliaan seperti yang Allah firmankan:
“Kemuliaan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi
orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui.”
(TQS. Al-Munafiqun [63] : 8).
Selamat Kepada Ananda Muhammad Hafidz Sholahudin yang telah meraih juara dua hafalan qur'an surat surat pendek dan sekaligus juara tingkat 3 dalam lomba mewarnai.
Al khamdulillah siswa Paud Home
schooling Khoiru ummah el faith Reni Jaya Pondok Benda Pamulang, salah satu siswanya berhasil meraih
juara 2 dan 3, dalam lomba hafalan Qur’an , surat- surat pendek
dan mewarnai dalam acara menyambut tahun baru Islam 1435
H, yang diadakan oleh Yayasan Islam
Citra Matahari. Pada hari ini sabtu, 16 November 2013, di SDIT Citra
Matahari Jalan Haji Nurleman No 30 Benda
Baru Pamulang Tangerang Selatan. Dimeriahkan
dengan berbagai acara, lomba Hafalan Qur’an
surat-surat
pendek, lomba mewarnai, lomba fashion show, dan lain lain. Juga
dilengkapi
dengan bazaar, cerita atau dongeng anak, sulap dan seni tari. Acara yang diikuti oleh ratusan siswa dari berbagai KB, TK, dan Umum sekitar Kecamatan Pamulang khususnya kelurahan Benda Baru, katagori usia 3 sampai 6 tahun. Dihadiri oleh para orang tua siswa SDIT Citra Matahari, orang tua peserta lomba, dan masyarakat sekitar ingin menyaksikan kemeriahan acara tersebut. Dan kedepanya semoga lebih banyak lagi siswa siswa khoiru ummah elfatih sering mengikuti setiap ada event seperti ini.
Sekali lagi selamat untuk anakku Muhammad Hafidz Sholahudin, semoga semakin ratin belajar dan kelak menjadi anak yang sholeh dan mensholehkan, berguna untuk kedua orang tuanya, masyarakat serta agama.Amin ya Robbal 'alamin
Seorang yang bernama Juraij
sedang salat di sebuah tempat peribadatan, lalu datanglah ibunya memanggil.
(Kata Humaid: Abu Rafi` pernah menerangkan kepadaku bagaimana Abu Hurairah ra.
menirukan gaya ibu Juraij memanggil anaknya itu, sebagaimana yang dia dapatkan
dari Rasulullah saw. yaitu dengan meletakkan tapak tangan di atas alis matanya
dan mengangkat kepala ke arah Juraij untuk menyapa.)
Lalu ibunya berkata: Hai Juraij,
aku ibumu, bicaralah denganku! Kebetulan perempuan itu mendapati anaknya sedang
melaksanakan salat. Saat itu Juraij berkata kepada diri sendiri di tengah
keraguan: Ya Tuhan! Ibuku ataukah salatku. Kemudian Juraij memilih meneruskan
salatnya. Maka pulanglah perempuan tersebut. Tidak berapa lama perempuan itu
kembali lagi untuk yang kedua kali. Ia memanggil: Hai Juraij, aku ibumu,
bicaralah denganku! Kembali Juraij bertanya kepada dirinya sendiri: Ya Tuhan!
Ibuku atau salatku. Lagi-lagi dia lebih memilih meneruskan salatnya. Karena
kecewa, akhirnya perempuan itu berkata: Ya Tuhan! Sesungguhnya Juraij ini
adalah anakku, aku sudah memanggilnya berulang kali, namun ternyata dia enggan
menjawabku. Ya Tuhan! Janganlah engkau mematikan dia sebelum Engkau perlihatkan
kepadanya perempuan-perempuan pelacur. Dia berkata: Seandainya wanita itu
memohon bencana fitnah atas diri Juraij niscaya ia akan mendapat fitnah. Suatu
hari seorang penggembala kambing berteduh di tempat peribadatan Juraij.
Tiba-tiba muncullah seorang
perempuan dari sebuah desa kemudian berzinalah penggembala kambing itu
dengannya, sehingga hamil dan melahirkan seorang anak lelaki. Ketika ditanya
oleh orang-orang: Anak dari siapakah ini? Perempuan itu menjawab: Anak penghuni
tempat peribadatan ini. Orang-orang lalu berbondong-bondong mendatangi Juraij.
Mereka membawa kapak dan linggis. Mereka berteriak-teriak memanggil Juraij dan
kebetulan mereka menemukan Juraij di tengah salat. Tentu saja Juraij tidak
menjawab panggilan mereka. Akhirnya mulailah mereka merobohkan tempat
ibadahnya. Melihat hal itu Juraij keluar menemui mereka. Mereka bertanya kepada
Juraij: Tanyakan kepada perempuan ini! Juraij tersenyum kemudian mengusap
kepala anak tersebut dan bertanya: Siapakah bapakmu? Anak itu tiba-tiba
menjawab: Bapakku adalah si penggembala kambing. Mendengar jawaban anak bayi
tersebut, mereka segera berkata: Kami akan membangun kembali tempat ibadahmu
yang telah kami robohkan ini dengan emas dan perak. Juraij berkata: Tidak usah.
Buatlah seperti semula dari tanah. Kemudian Juraij meninggalkannya. (Shahih
Muslim No.4625)
Jakarta - Tanpa dipusingkan Ujian Nasional (UN), sejumlah anak tetap bisa
memiliki ijazah hingga SLTA. Mereka juga tetap bisa pintar dan terpelajar tanpa
perlu berangkat ke sekolah. Salah satunya adalah Minuk. Setiap pagi, Minuk kini
tidak perlu lagi terburu-buru mandi. Ia juga tidak harus menyantap sarapan
dengan tergesa-gesa. Meskipun hari itu bukan hari libur, gadis 17 tahun itu
bisa santai karena tidak harus berangkat ke sekolah. Minuk bukan dari kalangan
miskin yang tidak bisa sekolah karena masalah biaya. Gadis bernama lengkap Eka
Putri Dutasari adalah putri sulung Seto Mulyadi.
Dialah Ketua Komnas Anak yang akrab disapa Kak Seto yang tentu saja sangat
dikenal masyarakat. Soal biaya pasti bukan kendala bagi pria itu untuk
menyekolahkan anak-anaknya. Dulu, Minuk sempat sekolah bahkan hingga kelas I
SMA. Tapi ia merasa tidak nyaman dengan sekolahannya. Bagi gadis yang aktif
membantu kerja ayahnya di Komnas Anak itu, pendidikan di sekolah terlalu
mengekangnya. "Sistem yang dipakai seringnya sistem tekanan guru kepada
murid. Guru sering antikritik sehingga murid tidak mendapatkan rasa aman untuk
menunjukkan kreativitas dan kecerdasannya," papar Minuk. Kecewa dengan
sistem sekolah, Minuk pun memilih keluar. Ia merasa bisa belajar sendiri dan
lebih pintar tanpa harus berangkat ke sekolah.
Ia lantas memutuskan belajar sendiri di rumah alias mempraktekkan
homeschooling. Dengan sistem ini, putri sulung dari 4 bersaudara ini lebih
fleksibel menentukan waktu belajar. Setiap pagi Minuk tidak lagi harus mengurus
seragam ataupun menghabiskan waktu untuk menempuh perjalanan ke sekolah. Putri
Kak Seto itu kini bebas menentukan jam belajar dan jenis pelajaran sendiri. Ia
tidak perlu keluar rumah karena belajar bisa dilakukan di rumahnya sendiri.
Untuk pelajaran yang tidak sulit, Minuk mempelajarinya sendiri didampingi sang
ayah. Baru untuk pelajaran yang rumit seperti matematika atau pelajaran
eksakta, Minuk memanggil guru privat atau ikut bimbingan belajar. Minuk sangat
enjoy dengan sistem pendidikan di rumah. Beda dengan sekolah yang membuatnya
bosan sehingga ia menunggu-nunggu waktu pulang, homeschooling justru membuatnya
keenakan belajar. "Kalau di bawah bimbingan guru privat, selesainya
biasanya jam lima sore. Tapi kadang-kadang dengan kurikulum yang kita ciptain
sendiri malah aku keasyikan hingga lewat dari jam tersebut," jelas Minuk.
Hasilnya, pendidikan di SMA yang seharusnya selesai dalam 3 tahun, bisa Minuk
lewati hanya 2 tahun. Tanpa harus berangkat sekolah, Minuk dinyatakan lulus
SMA. Ia juga tidak dipusingkan Ujian Nasional (UN) yang kini menjadi
kontroversi. Setelah belajar sendiri di rumah, gadis 17 tahun itu mengikuti
ujian kejar paket C atau setara dengan SMA. Minuk lulus dan mengantongi
sertifikat Kejar Paket C. Dengan sertifikat itu, ia bersiap-siap untuk
mendaftar di Perguruan Tinggi. Di Indonesia, homeschooling memang belum umum.
Padahal jenis pendidikan ini sudah diterapkan oleh tokoh pendidikan Ki Hajar
Dewantoro sejak zaman penjajahan Belanda. Di Amerika Serikat (AS), sistem
pendidikan ini diikuti lebih dari 1 juta orang.
Meski belum umum, sistem ini mulai banyak pengikutnya di Indonesia. Selain anak
Kak Seto, ada juga anak Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Sofjan
Djalil. Kemudian keluarga artis Neno Warisman dan Dick Doang. Ada juga keluarga
biasa seperti Wanti Wowor, Helen Ongko, dan Yayah Komariah. Wanti Wowor, ibu 4
anak memutuskan mengajar sendiri anak-anaknya juga karena tidak puas dengan
sistem pendidikan yang ada. Perempuan 39 tahun itu pernah melihat praktik
bersekolah di rumah ketika berada di Amerika Serikat. Tahun 1992, Wanti
mengeluarkan semua anaknya dari sekolah. Wanti lantas meminta teman-temannya di
AS agar mengirimkan buku dan silabus kurikulum pendidikan di rumah ala AS untuk
diadopsi. Perempuan itu menetapkan pukul 08.00-12.00 WIB sebagai waktu belajar
di rumah. Untuk ujian, ia menerima draf soal ujian dari AS yang kemudian
dikirimkan kembali untuk dinilai. Anak-anak Wanti, Fini dan Fina, sekarang
duduk pada tingkat perguruan tinggi. Fini melanjutkan sekolah desain mode di
Esmod Jakarta, sedangkan Fina memilih Universitas Indonesia program
Internasional. Dibandingkan, mahasiswa lainnya yang bersekolah formal, Fini
mempunyai kelebihan lebih disiplin dan lebih berani mengeluarkan pendapat.
Apa itu homeschooling? Pada dasarnya homeschooling sebenarnya sama saja dengan
sekolah biasa. Hanya saja pendidikan ini dilakukan di rumah sehingga siswanya
tidak perlu berangkat ke sekolah formal. Menurut Kak Seto yang menjadi Ketua
Asosiasi Sekolah Rumah dan Pendidikan Aternatif (Asahpena), kurikulum home
schooling seratus persen mengacu pada kurikulum nasional yang mencakup lima
materi. Yakni iptek, kewarganegaraan, keolahragaan, etika, dan estetika. Hanya
metodenya saja yang berbeda.
Pendidikan di rumah dibuat seperti tamasya yang menyenangkan. "Waktunya
fleksibel. Kalau ditanya kapan waktu belajarnya, dari bangun tidur sampai tidur
lagi. Tempatnya di mana saja. Di mana saja bisa di kamar tidur, ruang makan,
ruang keluarga, di kebun, taman, atau mungkin pabrik dan ketemu siapa
saja," jelas Kak Seto. Meski fleksibel soal waktu yang kesannya seperti
menggampangkan, sistem pendidikan ini mempunyai sejumlah keunggulan. Salah
satunya, homeschooling lebih manusiawi dibandingkan sekolah formal. Anak tidak
stres karena sistem pendidikan tidak kaku dan lebih kreatif. Selain itu, anak
bisa lebih fokus mengembangkan dan menekuni minat dan bakatnya masing-masing.